Thursday, January 14, 2010

Sebuah Essei tentang Kertas Karton

Setelah kurang-lebih 1 bulan aku berpindah bagian dari IT ke PPIC, kini aku hendak membuat catatan mengenai sebuah pelajaran yang kudapat di sana. Sebuah telaah mengenai apa yang selama ini aku kenal sebagai kertas karton.
Dalam dunia kotak kardus, ada beberapa istilah dan simbol dasar yang perlu diketahui bila anda memutuskan untuk berkecimpung di dalamnya. Pada awalnya adalah kertas. Ya, karton adalah salah satu jenis kertas. Jenis kertas karton, sama seperti kertas lain, ditentukan harganya melalui grammature (tipe berat kertas). Tipe berat yang umum digunakan biasanya adalah 125 gram dan 150 gram.

Yang kedua adalah tipe lapisan. Lapisan luar dari sebuah penampang kardus, yang mulus/rata dan biasa ditulisi oleh marking (merek atau identitas isi dari kardus), disebut sebagai Kraft (K). Sementara lapisan dalam, agak kasar berserabut dan berwarna coklat/putih kusam, disebut sebagai Medium (M). Selain 2 lapisan umum tersebut ada juga lapisan Kraft yang kualitasnya lebih baik dan berwarna putih, biasa disebut sebagai White Kraft.
Dengan keterangan di atas kita bisa mendapatkan jenis dan kualitas karton yang kita inginkan dengan mencantumkan simbol-simbol seperti K125, K150, M125, M150,... ingat, semakin berat grammature-nya maka semakin mahal pula harganya.

Yang ke-tiga adalah tipe lapisan tambahan berupa kertas dengan alur/gelombang yang disebut sebagai Float. Ada 3 jenis Float yang berada di pasaran, di mana jenisnya ditentukan melalui tinggi gelombangnya:
1) AF : paling tinggi,
2) CF : tinggi, tapi lebih pendek dari AF,
3) BF : paling pendek
Semua lapisan bergelombang ini sebenarnya masuk dalam tipe lapisan M (Medium), sehingga untuk menentukan tipenya kita menggunakan simbol seperti: M125x2 BF (1 lapisan medium rata dan 1 lapisan bergelombang, tipe ini biasa disebut juga sebagai layer Single Face (S/F)), M125x3 CF (2 lapis medium rata dengan 1 lapisan medium bergelombang di tengahnya).
Untuk melengkapi simbol di atas biasanya disertakan simbol tambahan yaitu S/W (Single Wall) atau D/W (Double Wall). Lapisan Medium di bawah 3, otomatis menggunakan tipe S/W, sementara lapisan di atas 2 bisa menggunakan S/W atau D/W. Secara sederhana, Wall dapat diartikan sebagai dinding penutup dari lapisan Float. Bila 2 sisinya ditutup, dengan lapisan gelombang berada di dalam lapisan K atau M, maka tipe kertasnya adalah Double Wall (D/W); namun bila salah satu lapisan gelombangnya tidak dilapisi oleh lapisan K atau M, maka tipenya adalah Single Wall (S/W).
Untuk memotong kertas karton ke dalam ukuran yang diinginkan bisa menggunakan 2 metode pemotongan, yaitu dengan mesin potong slits/Flits yang menghasilkan potongan agak kasar, atau menggunakan mesin dengan pisau ponds untuk menghasilkan pemotongan yang lebih halus dan rata.

Baiklah untuk sementara itu saja dulu rumusan yang dapat saya jelaskan dalam kesempatan ini. Untuk menguji pemahaman, coba artikan sombol berikut ini:
K125/M125x4 CBF, D/W
lalu, coba jelaskan: apakah M125x3 bisa dimasukkan dalam kategori S/W ?