Tuesday, April 07, 2009

A Tribute to Jimmo

 

Para penonton mulai berteriak-teriak ramai…

“Ayooo… menulislah! Tulis lagi.. tuliskanlahh…!”

--Tapi aku belum punya inspirasi..?

“Perduli kambing dengan terasi! Ayoo.. tuliss! tuliskan apa saja yang bisa kau tuliss..! Kami menungguuuu..!”

Lalu mereka mulai melemparkan berkuntum bunga poppy, berlinting-linting ganja, stik-stik opiat, kutang, kancut, spiral, pil kb, juga siraman Old Turkey Whiskey dalam kantung plastik tahan santan.. semuanya mereka lemparkan ke atas panggung tempatku berdiri dalam nyanyi sunyi.

Aku mengambil selinting ganja pemberian mereka dan mengisapnya dengan gaya Sid Vicious, lalu mengambil 1 stik opiat dan memasukkannya ke dalam rongga hidung, tarik habis, meluncur ke tenggorokan, singgah ke urat syaraf di kepala, lalu ke paru-paru, lambung.. takdir mati muda menunggu..

“Ayoo.. menulislah! Kami menungguuuuu-muuuuu…!”

Aku mengalah dan mulai bersenandung…

…Riders on the storm, riders on the storm
into this house we’re born,
into this world we’re thrown;
Like a dog without a bone,
Actors all alone;
Riders on the storm…

Para penonton semakin ramai menjerit-jerit…

“Gilaaa..! Dahsyaaaatt..! Kau memang manusia setengah dewa..!”

--Tapi itu bukan kata-kataku, itu adalah kata-kata warisan mendiang Jim Morrison..

“Perduli bebek dengan parkinson..! Kami mencintaimu, karena kau bisa kami sentuh..!”

Dari sudut lain, sekumpulan wanita berambut api berteriak histeris: “Mari berkopulasi..! Mareeeee…! Aku ingin punya anak darimu..!”

Untuk menenangkan mereka, aku kembali bersenandung…

…Like a dog without a bone,
Actors all alone..

Suasana semakin tak terkendali, semua orang merangsek ke atas panggung, mereka semua ingin sebagian dari diriku. Seperti sekumpulan anak-anak yang berebut layangan putus.

Aku ditelanjangi, disetubuhi beramai-ramai… lelaki dan perempuan.

Semuanya menjadi gelap…

Segera kuputuskan untuk menulis sebuah pesan untuk semua teman dari masa lalu:

“Cuy, percayalah.. jalani aja hidup rutin kalian.. pergi pagi pulang petang.. tiap hari mikirin hutang… itu semua lebih aman dan tenang, ketimbang harus jadi manusia setengah dewa.. TTD: Indra Afriza.”

No comments: