Thursday, October 14, 2010
Hasil riset berhari-hari, kerja pematangan, penggarapan.. Hilang begitu saja.. Sirna, musnah.. Bahkan tanpa setetes minyak bagi lentera jiwa.. Aku luruh, lara, merasa dungu tiada terkira.. Aku jatuh, dalam putaran kegusaran.. Brengsek! Mestikah aku jadi mestika sunyi.. Kembali?
Panitera siaaalaaaaannn...!!!
Thursday, September 23, 2010
Cuma satu hal yang belum bisa dia lakukan: berhenti jadi buaya.
Tobatlah, kawan. Kegantenganmu akan lebih mantap, saat kau mulai mengenal kata SETIA.
Sunday, September 05, 2010
Waaahh.. Kok jadi puisi lageee... Salah halaman nehh.. Gimana seehhh..!
Harusnya gini: salam buat harga cabai dan teman2 dari grup sembakauw.. Hebat euy, melonjak terouussss..!
Geetoooohh..!
Kalo gua bilang sih: semoga lu baek2 aja. Cuma sebentar kok, masa ulang-alik itu; dan setelahnya, waktu yg akan membuktikan: apa lu sukses jadi astronot.. atau malah meledak seperti Chalenger.. Pada saat itu, berserahlah.. setiap akhir membawa hikmah, pastikan! Biar titik akhirmu tidak terbuang percuma.. begitu saja.
Doaku menyertaimu, ku, dan kita.. Sebagai sahabat. Tak lekang dijajar puji, tak luntur dipulas caci. Teruslah berkarya, dan.. Berharap indahnya keabadian. Semoga awet!
jadi rindu masa banting2 meja dan kursi bersama, teriak2 api, lalu tetep ngopi dan ketawa bareng setelahnya.. sejati cuma dikit, tapi sekali dapet, bisa awett sampe mati.. demi yg kayak gitu, gua siap sabar.. buat yg sensi: nih, lelucon asal hadir untuk kalien!
(sengaja 'kalien', bukan 'kalian', ada ilmunya tuhh.. pustaka! pustaka!)
Thursday, September 02, 2010
Selepas Pukul 12 Malam, Dia Beralih Menjadi... Tomat
Untuk seorang sahabat...
Sunday, August 01, 2010
Idem Dito!
--- In yuk-nulis@yahoogroups.com, "Vincensia"
Aku kira bertanya sah-sah saja. Tapi kukira tidak sulit bagi kita menilai suatu pertanyaan, apakah itu betul2 pertanyaan yg butuh jawaban, atau pertanyaan yang menyudutkan, atau pertanyaan yang menyindir. Please deh...
---
Saturday, March 27, 2010
Antara Moderator dan Kontributor
Peribahasa 'Lain Padang, Lain Ilalang' rasanya masih bisa diterapkan sampai saat ini –dasar orang Sumatera, bawaannya kalo ga pantun ya peribahasa, hehee. Kita sedapat mungkin menyesuaikan diri dengan lingkungan di mana kita berada. Sebagai seorang penulis daring yang sudah asem-garem sejak jaman SMA dulu, saya telah mengirimkan tulisan saya ke berbagai komunitas kepenulisan di jagad maya. Dari yang 'normal' sahaja semacam BUMI MANUSIA, EMULE Poetry, 8HoP..., sampai pada kumpulan yang 'kurang sesendok' seperti CERITA_S*RU, BIRU****, DESAH****... (semuanya sudah lenyap karena ga kuat membayar hosting). Berbagai jenis, tema, dan bentuk tulisan asyik bergelunturan. Pada setiap tempat, saya selalu berusaha menyesuaikan jenis tulisan sesuai komunitas yang saya kunjungi. Sikap itu pada awalnya bukan sebab saya memang bijaksana dalam memilah; namun kerna sebelumnya saya sudah sempat dimaki, diberangus, dan dimasukkan daftar hitam admin dari Papua sampai New Guinea (jiaah? Deket dong?). Dari semua itulah, saya belajar dan mendapat pengalaman.
Pelajaran pertama: Semua tak Sama ('ngutip judul lagu PADI). Beberapa tulisan saya di BIRU**** mengundang pujian dan bahkan mendapat rating Bintang 5, kerna tidak sekadar 'saru' tapi juga punya alur cerita yang menarik (itu kata yang baca lhoooo...) Namun bila tulisan tersebut saya muat di tempat lain seperti Komunitas Cahya-Kalbu, misalnya, tentu reaksi yang didapat akan jauh berbeda: boro-boro dapat rating Bintang 5, yang ada malah overdosis Bintang 7 (obat pusing) karena sakit kepala dihujat beramai-ramai oleh segambreng anggota komunitas yang bersangkutan.
Pelajaran ke-dua: Semua Tak Sama (hmm... berasa de ja vu ga sih?) Untuk pihak moderator, sebaiknya jangan terlalu sadis saat memberi teguran. Tidak semua penulis punya muka tembok seperti saya soalnya. Bahkan ada teman saya yang sampai bersumpah tak mau menulis lagi setelah karyanya dihujat habis-habisan oleh seorang moderator. Ingat: tidak semua yang 'jelek' itu diawali dengan niat buruk. Berilah teguran dengan niat dan sikap membimbing. Memberi petunjuk arah lebih dihargai tinimbang menutup jalan. Demikianlah kiranya.
Akhirul kalam: lain padang, lain ilalang.. lain medan, lain surabaya.. lain jogja, lain cibinong. Sampai jumpa lagi di Pontianak. Merdeka!
Thursday, January 14, 2010
Sebuah Essei tentang Kertas Karton
Dalam dunia kotak kardus, ada beberapa istilah dan simbol dasar yang perlu diketahui bila anda memutuskan untuk berkecimpung di dalamnya. Pada awalnya adalah kertas. Ya, karton adalah salah satu jenis kertas. Jenis kertas karton, sama seperti kertas lain, ditentukan harganya melalui grammature (tipe berat kertas). Tipe berat yang umum digunakan biasanya adalah 125 gram dan 150 gram.
Yang kedua adalah tipe lapisan. Lapisan luar dari sebuah penampang kardus, yang mulus/rata dan biasa ditulisi oleh marking (merek atau identitas isi dari kardus), disebut sebagai Kraft (K). Sementara lapisan dalam, agak kasar berserabut dan berwarna coklat/putih kusam, disebut sebagai Medium (M). Selain 2 lapisan umum tersebut ada juga lapisan Kraft yang kualitasnya lebih baik dan berwarna putih, biasa disebut sebagai White Kraft.
Dengan keterangan di atas kita bisa mendapatkan jenis dan kualitas karton yang kita inginkan dengan mencantumkan simbol-simbol seperti K125, K150, M125, M150,... ingat, semakin berat grammature-nya maka semakin mahal pula harganya.
Yang ke-tiga adalah tipe lapisan tambahan berupa kertas dengan alur/gelombang yang disebut sebagai Float. Ada 3 jenis Float yang berada di pasaran, di mana jenisnya ditentukan melalui tinggi gelombangnya:
1) AF : paling tinggi,
2) CF : tinggi, tapi lebih pendek dari AF,
3) BF : paling pendek
Semua lapisan bergelombang ini sebenarnya masuk dalam tipe lapisan M (Medium), sehingga untuk menentukan tipenya kita menggunakan simbol seperti: M125x2 BF (1 lapisan medium rata dan 1 lapisan bergelombang, tipe ini biasa disebut juga sebagai layer Single Face (S/F)), M125x3 CF (2 lapis medium rata dengan 1 lapisan medium bergelombang di tengahnya).
Untuk melengkapi simbol di atas biasanya disertakan simbol tambahan yaitu S/W (Single Wall) atau D/W (Double Wall). Lapisan Medium di bawah 3, otomatis menggunakan tipe S/W, sementara lapisan di atas 2 bisa menggunakan S/W atau D/W. Secara sederhana, Wall dapat diartikan sebagai dinding penutup dari lapisan Float. Bila 2 sisinya ditutup, dengan lapisan gelombang berada di dalam lapisan K atau M, maka tipe kertasnya adalah Double Wall (D/W); namun bila salah satu lapisan gelombangnya tidak dilapisi oleh lapisan K atau M, maka tipenya adalah Single Wall (S/W).
Untuk memotong kertas karton ke dalam ukuran yang diinginkan bisa menggunakan 2 metode pemotongan, yaitu dengan mesin potong slits/Flits yang menghasilkan potongan agak kasar, atau menggunakan mesin dengan pisau ponds untuk menghasilkan pemotongan yang lebih halus dan rata.
Baiklah untuk sementara itu saja dulu rumusan yang dapat saya jelaskan dalam kesempatan ini. Untuk menguji pemahaman, coba artikan sombol berikut ini:
K125/M125x4 CBF, D/W
lalu, coba jelaskan: apakah M125x3 bisa dimasukkan dalam kategori S/W ?
