MEMBAKAR KERTAS
(terjemahan dari puisiku di Wordpress, 'The Burndown of Sass')
Ada celah pada sudut pandang kita
Tanpa karpet selamat datang
Pedang bukan pena, pun sebaliknya
Jadi mengapa halaman dibakar jadi abu?
Ada ketakutan di gua-gua sunyi
Dan siapakah manusia gua sesungguhnya?
Pintu-pintu tertutup dan terkunci
Jendela-jendela remuk dan pecah
Dilempari batu dari pikiran zaman batu.
Ada harga untuk kepastian dalam hidup
Tiada pemikiran, mimpi, bahkan berkelok pun terlarang
Dan kita belajar selama ini bahwasanya
Tiada kedamaian yang bertahan selamanya.
--Udo Indra, akhir 2007--

No comments:
Post a Comment