Thursday, January 25, 2007

SOAL MANUSIA

Manusia, dalam perjalanan hidupnya, melewati tahap-tahap penyesuaian dan percobaan, serangkaian pengujian, sampai akhirnya dipanggil menuju keabadian; untuk ditimbang segala amal perbuatannya pada neraca Sang Maha Adil.

Setiap manusia menghadapi ujiannya masing-masing dengan bentuk dan penerimaan yang berbeda-beda pula. namun ada dampak bawah sadar yang perlu dicermati dalam proses penerimaannya.

pada kesempatan ini, saya akan mencoba mewacanakan dua golongan manusia dan ujian yang diterima oleh mereka.

Golongan yang pertama adalah manusia yang diuji dengan kelapangan; mereka ini rentan sekali dihinggapi oleh resiko ketumpulan empati dan kedangkalan sudut pandang.
Mengapa? Salah satu penyebabnya adalah karena mereka yang hidup dalam kelapangan untuk memilih --ceteris paribus-- tidak terlatih untuk memahami kondisi dari mereka yang hidup dalam situasi di mana pilihan jadi begitu terbatas hingga nyaris tiada.

Bisa diperkatakan: "Adalah sulit bagi mereka dengan perut yang terjamin kekenyangannya untuk memahami derita orang-orang lapar." Ini bukan berarti orang-orang berperut kenyang tidak boleh atau tidak bisa merasa peduli. kecenderungan yang ada di sini adalah belum terciptanya pemahaman di mana pengalaman difungsikan sebagai pendidik. Inilah yang saya maksud sebagai ketumpulan empati, saat kemampuan untuk membelah permasalahan yang ada belum terasah oleh keterkaitan rasa pada realita yang berjalan.

maka perlu upaya untuk memahami Realita sebagaimana adanya, lalu berusaha dengan segenap kemampuan dalam diri untuk memperbaiki kekurangan yang ada.
Jika seseorang yang telah mendapat kelapangan merasa tak mampu untuk melakukan perbaikan pada lingkungannya dikarenakan keterbatasan sarana dan prasarana; maka semestinya disadari: Jika dia saja begitu cepat terhalangi oleh keterbatasan, tentu lebih cepat lagi keterbatasan itu mengurung orang-orang yang nasibnya jauh lebih kurang beruntung dibanding dirinya...

<BERSAMBUNG>

No comments: